Herman HN Pecat Gumsoni

Walikota Bandar Lampung Herman HN (ist)

Pemerintah Bandarlampung telah memberhentikan Gumsoni sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Bandarlampung  atas adanya temuan seperangkat alat hisap sabu atau lebih dikenal dengan sebutan “Bong” saat petugas reserse narkoba melakukan penggeledahan diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Gumsoni juga diminta untuk segera memenuhi pemanggilan Polresta Bandarlampung untuk mengklarifikasi terkait temuan tersebut.

“Harus dipenuhi, mulai hari ini dia (Gumsoni) saya berhentikan dari jabatan sebagai kadisnaker,” kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, Senin, (20/3).

Dia juga telah mempersiapkan pengganti Gumsoni, untuk mengisi jabatan Kadisnaker Bandarlampung  yang telah kosong.

“Plt nya akan dijabat oleh asisten II Bandarlampung, Edy Santoso,” ungkapnya.

Semestinya pejabat publik dapat menjadi contoh yang baik, bukan yang tidak baik bagi masyarakat Kota Tapis Berseri.

“Seluruh pegawai harus taat aturan, tidak boleh memakai narkoba ataupun melanggar semua peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Herman.

Sementara itu, Kapolresta Bandarlampung, Kombes Murbani  Budi Pitono mengaku tengah melakukan kelengkapan alat bukti pasca ditemukannya “bong” diruang kerja Kadisnaker Bandarlampung, Gumsoni.

“Mudah-mudahan alat buktinya segera tercukupi,” katanya.

Selain itu, Polresta juga  berkoordinasi dengan pemerintah Bandarlampung untuk segera menindaklanjuti orang nomor satu di Disnaker Bandarlampung itu supaya ada kepastian hukum.

“Sekarang ini status beliau masih sebagai saksi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolresta Bandarlampung Komisaris Besar, Murbani Budi Pitono menegaskan, pihaknya terus menyelidiki temuan seperangkat alat hisap sabu atau lebih dikenal dengan sebutan “Bong” saat petugas reserse narkoba melakukan penggeledahan diruang Kepala Dinas Tenaga Kerja Bandarlampung Gumsoni.

“Petugas masih melakukan penyelidikan atas temuan alat hisap sabu diruang Kadisnaker Bandarlampung. Siapa pemiliknya dan bagaimana alat itu bisa berada ditempat itu yang merupakan ruang kerja kepala dinas,” ujar Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono, Jumat (17/3).

Ia menambahkan, polisi juga sudah memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangannya. Namun terhadap Gumsoni masih belum diketahui keberadaannya. Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung melakukan penggeledahan diruang kerja Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandar lampung, Gumsoni, pada Kamis (16/3).

Sayangnya pada saat dilakukan penggeledahan, Gumsoni tidak berada ditempat. Meski begitu polisi berhasil menemukan seperangkat alat isap sabu-sabu. Untuk kepentingan penyelidikan petugas menyita alat hisap sabu tersebut. Dikonfirmasi, Kadisnaker Bandarlampung Gumsoni tidak berada dikantornya. Meski dalam keadaan aktif juga tidak merespon panggilan konfirmasi.

Diketahui, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung melakukan tes urine seluruh pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bandarlampung. Hasil tes urine tersebut diserahkan ke pihak Pemerintah setempat.

Sayangnya, komitmen Walikota Bandarlampung Herman HN membersihkan pejabat pemkot dari narkoba tidak diikuti dengan publikasi hasil urine para PNS. Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Bidang Pemberdayaan BNNP Lampung Edy Marjoni saat itu mengungkap berdasarkan hasil tes urine tahap dua yakni dari 350 urine terdapat 9 Urine PNS yang positif narkoba. (#)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *