Mitos dan Stigma Dibalik Lezatnya Bakso Sony

TAPISBERSERI.COM- Siapa sih yang tidak kenal dengan bakso Sony Lampung? Bakso Sony adalah kuliner khas yang paling terkenal di seantero Lampung.

Rasa enak baksonya terkenal di seluruh nusantara. Namun demikian, tahukah rahasia, mitos dan berbagai misteri di balik kelezatan bakso ini?

Berikut beberapa catatan yang berhasil dihimpun www.tapisberseri.com

1. Memakai Pesugihan Air Liur Monyet 

Hal ini berdasarkan pengakuan Dedi. Anak indigo yang tinggal di Bukit Kemiling Permai, putra pasangan Inah dan Yusuf tersebut mengisahkan penglihatannya ketika diajak makan di salah satu cabang Bakso Sony. Tepatnya, cabang yang berada di Jalan Teuku Umar. Dekat Universitas Bandar Lampung.

Anak yang berusia 14 tahun itu tiba-tiba menangis histeris ketika dengan kedua orang tuanya hendak memesan Bakso Sony. Tangisannya cukup lama, sampai sang ibu menggendongnya ke luar. Yusuf kepada www.tapisberseri.com menceritakan detail kisah itu pada Rabu, 5 April 2017.

Dibungkuslah bakso itu karena Dedi tak berhenti menangis. Sampai di rumah, bukannya dimakan. Dedi langsung membuang tiga bungkus bakso yang baru dibelinya. Lalu menjelaskan, dirinya menangis karena melihat monyet besar sedang nongkrong di kuah Bakso Sony sembari meneteskan air liur, terus menerus. Ketika Dedi melihatnya, monyet itu menatap tajam dan menggemeretakkan gigi, lalu seperti marah, memperlihatkan taringnya.

Apakah penglihatan Dedi benar atau tidak, Yusuf tak berani memastikan. Yang jelas dirinya sekeluarga sudah tidak mau lagi makan Bakso Sony. Pihak Bakso Sony sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Apakah benar pihaknya memakai pesugihan air liur monyet. Menurut Yusuf, cara sederhana membedakan bagi orang awam. “Cukup dibawa pulang dan dimakan di tempat. Kalau nikmatnya beda. Tepatnya, jika rasa bakso yang dibawa pulang tak selezat ketika dimakan di tempat, itu salah satu tanda pakai pesugihan.”

Apakah pembaca pernah mengalaminya dan percaya? Kru redaksi www.tapisberseri.com sendiri tidak mempercayainya. Yang jelas, belum ada bakso senikmat Bakso Sony di sang bumi ruwa jurai.

2. Mangkuknya Tidak Dicuci Bersih

Masih menurut Yusuf, kakaknya berprofesi sebagai paranormal. Menurut dia, tanda restoran atau rumah makan yang memakai jasa pesugihan salah satunya, mangkuk, piring dan gelasnya yang mencuci adalah jin atau rewang yang dipakai sebagai pesugihan. Makanya bisa ditandai dengan “selain karyawan di larang masuk”. Bahkan di Bakso Sony sendiri, tempat mencuci mangkuk dan gelas, ada tanda semacam itu. Bahkan tak masuk akal antara ketersediaan mangkuk dengan jumlah pembelinya.

“Saya pernah mencoba masuk tempat mencuci mangkuk dan gelasnya pasca penglihatan Dedi,” kata Inah.

Dia menjelaskan, bukan berarti menemukan “penglihatan” hanya dirinya memastikan, cara mencuci mangkuk dan gelasnya, luar biasa jorok. “Anehnya, begitu keluar meski cara mencucinya jorok kok terlihat bersih ya?” ujar Inah heran.

Soal ini, terserah pembaca. Sepakat atau tidak?

3. Apatisme Karyawan

Siapa bilang pembeli adalah raja? Makanlah di Bakso Sony sendirian. Terutama yang di pusatnya, di jalan Wolter Mongunsidi, yang lokasinya di dekat Rumah Sakit Bumi Waras. Terutama di jam lepas makan siang. Kalau soal apatisme karyawan, menurut Robi, karyawan Bakso Sony itu beralasan. “Pembelinya terlalu ramai. Jadi mesti bersabar menunggu dan atau pesan langsung ke depan.”

Menariknya, karena karyawan seperti tak peduli dengan pembeli. Selesai makan bakso atau mie ayamnya, pembaca langsung ke luar tanpa membayar. Menurut pengalaman, tidak diketahui kasirnya yang terletak di ruangan dalam. Namun demikian, Yogi yang sudah tiga kali makan Bakso Sony dan tidak bayar, pasti langsung terkena diare. Keempat kalinya, dia membayar. Tidak diare meski sambalnya jauh lebih banyak dibanding ketika makan sebelum-sebelumnya.

4. Ramainya Pembeli Membuat Menunggu Lama

Tahu kenapa pembeli menunggu lama? Apatisme karyawan yang digaji rendah itu kali ya? Terakhir mencoba, Kamis, 6 April 2017 lalu. Masih menunggu cukup lama. Minumnya, pesan es jeruk yang diberikan teh botol. Pesan teh botol yang disodorkan mie ayam. Apakah Anda pernah mengalaminya?

5. Gosip Seputar Daging Sapinya

Memang, semua ulasan soal kelezatan Bakso Sony tak ada yang meragukan. Lihat saja di link komentar google itu. Semuanya penuh pujian. Namun tahukan gosip soal daging sapinya berasal dari mana? Sehari menyembelih sapi berapa? Benarkan merk Haji Sony memastikan bahwa cara menyembelihnya sesuai syariat islam yang berarti halal? Soal ini, simak ulasan berikutnya seputar Mitos dan Gosip Dibalik Nikmatnya Bakso Sony selanjutnya. Termasuk bagaimana komentar pakar kuliner dan BPOM Lampung? Selain sudah membuka cabang di Bogor, serta di semua jalur-jalur protokol di Lampung, sudah membuka cabang dimana saja Bakso Sony ini? (ril/bus)

348 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *