Adik Ketua Partai NasDem Lampung Khianati UU ASN

TAPISBERSERI.COM- Adik Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Lampung, Mustafa dianggap banyak kalangan sebagai PNS yang mengkhinati status kepegawaiannya. Hal itu seiring dengan kiprahnya terlibat aktif menggelar sosialisasi dan acara-acara Partai NasDem, bukan hanya di seputar Lampung Tengah tempat Helmiyati Yunizar berdinas, bahkan sudah keliling Lampung.

Puncak rasa muak masyarakat Lampung Tengah terjadi, adik Bupati Mustafa yang jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) terjadi pada Minggu, 9 April 2017. Terutama  setelah memimpin acara “senam ronda”. Acara selingan pada agenda pelantikan pengurus DPD Partai NasDem Kota Metro.

“Ini para PNS seenaknya jadi tokoh acara Partai NasDem. Apalagi adiknya Bupati Lampung Tengah itu, seenaknya merintah-merintah ibu-ibu ASN lain agar ikut,” demikian kata Mukhtar, salah satu PNS yang bertugas di salah satu kantor camat di Kabupaten Lampung Tengah.

Dia kemudian menunjukkan, beberapa PNS yang ikut di lokasi dan berada di panggung acara. “Itu yang memimpin senam ronda, adiknya bupati, dia PNS sekaligus koordinatornya, namanya Helmiyati Yunizar,” kata dia.

Ini salah satu aksi Helmiyati, adik kandung Ketua DPW NasDem Lampung yang jadi PNS namun selalu ikut aktif di acara partai.

Penelusuran tapisberseri.com, Helmiyati bukan hanya aktif ketika tampil di Kota Metro. Bahkan ketika di Bandar Lampung minggu lalu. Tepatnya pada 2 April 2017 yang lokasinya berada di dekat Hotel Sahid. Dirinya juga atraktif dan tanpa segan-segan memamerkan dirinya yang memakai atribut Partai NasDem.

Sukses Intimidasi ASN Lain

Helmiyati Yunizar berani ke luar “kandang” di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro, menurut Apriyadi, salah satu honorer di Dinas Perhubungan Lampung Tengah karena dinilai sukses memobilisir dan menggerakkan massa terutama ASN di daerah itu.

Ini salah satu contoh dan bentuk intimidasi adik kandung Bupati Lampung Tengah agar Sekcam ikut acara Partai NasDem.

Acara di semua, 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah sudah selesai digelar. “Ya tentu membebani camat dan aparatur negara di level kecamatan itu, tapi ya bagaimana lagi, perintah pimpinan. Kami ya harus taat,” kata dia.

Apri bahkan menjelaskan, beberapa pegawai, ada yang mengaku keberatan. Akan tetapi tak berani membantah. Termasuk salah satunya, ada Sekretaris Kecamatan. “Mereka hanya berani gerundel di belakang, kalau kedengaran ya langsung dinonjob,” ujar dia.

Arogansi Mustafa dan orang di lingkarannya memang banyak disebut sukses memobilisir ASN. “Tepatnya sih bukan memobilisir, mengintimidasi,” ujar salah satu istri camat yang menolak menjelaskan lebih lanjut ketika wawancaranya bakal dimuat di portal tapisberseri.com.

Dia hanya berkata singkat, cek saja dengan pegawai lain. Meski meminta namanya tidak ditulis, namun istri camat yang ikut di Lapangan Samber Kota Metro itu sempat berbisik. “Arogansi Bunda Helmi sudah tidak tedeng aling-aling, di fesbuk juga sudah dinyatakan terbuka,” katanya (lihat gambar).

Dan benar, perintah-perintah lewat sms, wa, dan komentar di dinding akun jejaring sosialnya sudah sangat terbuka.

“Nafsu berkuasa dan gila jabatan yang dialami Bunda Helmiyati dan orang-orang Bupati sudah kelewatan, harus diingatkan,” kata dia.

Sementara itu, LSM KPK yang berkantor di Pasar Bandar Jaya, Johan merespon serius soal keterlibatan ASN di acara-acara Partai NasDem. Dirinya mengaku sudah merekam baik video dan fotonya untuk dilaporkan ke Komisi ASN di Jakarta kalau laporan ke inspektorat Lampung Tengah dan Provinsi Lampung tidak direspon.

“Minggu depan kami ke Jakarta, kalau inspektorat tidak menindak. Kami langsung melapor ke Komisi ASN kalau di Lampung Tengah pegawainya sudah jadi alat partai,” kata dia ketika diwawancarai via ponselnya, Minggu, 9 April 2017 malam.

Soal nama-nama yang akan dilaporkan dia masih merahasiakan. “Ya kalau nama rahasia,” ujarnya tegas.

Namun demikian, dia menyebut ada sekitar 12 orang yang aktif dan punya jabatan di SKPD Lampung Tengah. “Ya salah satunya ibu itu,” tutup Johan ketika ditanya ada tidak, nama Helmiyati Yunizar yang akan dilaporkan ke Komisi ASN di Jakarta.

Diketahui, Bupati Mustafa lewat Partai NasDem, pernah memobilisir ribuan pelajar di Lampung Tengah yang dibawa ke Kota Bandar Lampung ketika pelantikan beberapa waktu lalu. Kemudian, mantan Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Tengah ini mencitrakan dirinya dengan gerakan ronda. Selain lewat baliho yang berwarna khas biru NasDem, Mustafa juga membuat gerakan senam ronda yang diduga memakai dana APBD. Bukan hanya di seputar Lampung Tengah, bahkan direncanakan di seantero Lampung lantaran niatnya maju Pilgub 2018 nanti.

Pada pelantikan DPD NasDem Kota Metro, sejumlah fungsionaris partai termasuk utusan dari DPP NasDem Taufik Bastari hadir dan melakukan senam ronda dengan melibatkan sejumlah ASN Pemkab Lampung Tengah.

Helmiyati, PNS sekaligus adik Bupati Lampung Tengah ketika memberi perintah pada jajaran ASN di Kota Gajah.

Bukan itu saja, link video di akun Helmiyati  ini menunjukkan kiprahnya di sosialisasi Partai NasDem dan mengelu-elukan Mustafa sebagai calon gubernur.

Di sisi lain, akun facebook Aspirasi Rakyat secara tegas menyebut Helmiyati Yunizar, yang berstatus ASN di Dinas Pendidikan Lampung Tengah, sudah mengkhianati sumpah dan janji kepegawaiannya. “Dia sudah berkhianat dari UU ASN Nomor 5 Tahun 2014. Seharusnya Inspektorat Lampung Tengah atau Provinsi dan Komisi I DPRD mengambil sikap tegas yang diteruskan pemberian sanksi,” kata akun yang menurut pengakuannya, dimiliki pegawai yang berdinas di Lampung Tengah juga. (ril/bus)

26 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *