Misteri Pembangunan Gedung Delapan Lantai Kota Bandar Lampung

TAPISBERSERI.COM- Era kepemimpinan Herman HN sebagai Walikota Bandar Lampung semakin menunjukkan Kota Tapis Berseri ini menjadi kota yang penuh misteri. Berbagai karya mercusuar yang menjadi bukti keberhasilan Herman HN, ternyata justru semakin memperjelas cara-cara mantan Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Lampung yang menyebabkan banyak asset Pemprov hilang itu, sebatas pencitraan untuk mengelabuhi publik.

Sukses menangguk keuntungan dari pembangunan fly over di beberapa titik yang ternyata didapat dari hutang. Defisit sampai ratusan miliar pada APBD 2017, Pemerintah Kota Bandar Lampung ternyata juga bermain gelap di anggaran untuk pembangunan gedung Walikota setinggi 8 lantai dari 12 lantai yang direncanakan.

Pernyataan ini dilontarkan Koordinator Investigasi CBA (Center for Budget Analysis) Jajang Nurjaman. Dia menilai, proyek pembangunan 8 lantai kantor Walikota Bandar Lampung itu syarat dengan manipulasi dan akal-akalan dari sisi penganggaran maupun ketika lelang.

Dimulai dengan menggunakan APBD 2016 dan 2017 yang dikerjakan melalui dua tahap dengan total anggaran Rp 88.717.200.000 itu diketahui kemudian dimenangkan PT Asmi Hidayat.

Pada APBD 2016 Kota Bandar Lampung, pembangunan gedung itu digelontor dana sebesar Rp.37.198.686.000. “Dana 37 miliar lebih itu dimenangkan PT Asmi Hidayat,” kata Jajang pada tapisberseri.com.

Kejanggalan yang ditemukan CBA, jelas dia, PT Asmi Hidayat yang beralamat di Jalan WR Supratman, Telukbetung Utara itu sebenarnya bukan rekanan yang mengajukan penawaran terendah dalam proses lelangnya. “Menurut catatan kami, penawaran terendah dilakukan oleh PT Surya Citra, dengan selisih 76,938,000,” kata Jajang.

Menariknya, pada tahun anggaran 2017, PT Asmi Hidayat memenangkan tender lagi meski penawaran yang dilakukan perusahaan milik Alm. Pak Sutrisno dan Bu Asmi itu bukan perusahaan terendah dalam memberikan penawaran. “PT Asmi Hidayat mengajukan anggaran sebesar Rp.49,794,650,000.”

Di data peserta lelang, ada PT Syarif Maju Karya yang jauh lebih rendah mengajukan penawaran. Yakni, senilai
Rp.46,474,850,000. “Ada selisih 3 miliar, ini layak dilaporkan ke penegak hukum,” ujar Jajang.

Diduga Ada Setoran Proyek

Senada dengan Center for Budget Analysis, yang konsen pada pengawasan kebijakan dan anggaran publik Koordinator LSAPK, Heriyansyah ketika diwawancarai menilai, ada dugaan setoran proyek pada oknum pegawai di Pemerintah Kota Bandar Lampung. “Bisa jadi justru ke Walikota Bandar Lampung. Rahasia umumlah, semua perusahaan yang mau menang tender, setor dulu sama walikota,” kata dia.

Pasalnya, lanjut dia, memenangkan PT Asmi Hidayat dalam pembangunan 8 lantai pemerintah kota itu terkesan dipaksakan. Belum lagi, lelang terbuka yang sedianya menjadi upaya menggaet rekanan yang profesional dan lebih efektif efisien, ternyata justru membuat Pemerintah Kota melakukan inefisiensi.

“Ini jelas menimbulkan tanda tanya apakah proyek pembangunan gedung 8 lantai itu sudah dijalankan sesuai dengan prosedur atau ada akal-akalan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab, yang berujung pada potensi kerugian negara sebesar Rp.3,603,819,800,” kata dia menegaskan.

Ia berharap, aparat hukum dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini guna menekan angka dugaan tindak pidana korupsi di Kota Tapis Berseri.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Bandar Lampung sendiri, semua yang dikonfirmasi tidak mau komentar. “Wah, soal itu saya tidak mau komentar, no comment,” kata Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Tirta ketika dihubungi melalui ponselnya.

Mantan pejabat di Kabupaten Pringsewu yang pindah jadi Kadis PU Bandar Lampung di era penjabat Walikota Sulpakar pada Pilkada serentah 2015 yang mengantarkan Herman HN jadi walikota lagi itu bahkan terkesan ketakutan ketika dikejar soal menangnya PT Asmi Hidayat.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti, apakah Tirta atau Herman HN menerima setoran proyek dari PT Asmi Hidayat dalam proses pembangunan gedung 8 lantai tersebut. (rel)

423 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *