Selain PKL, Pemkot juga Palak Warga

TAPISBERSERI.COM- Sungguh malang nasib warga Kota Bandar Lampung, bukan hanya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dihisap keringatnya oleh pemerintah kota berjuluk tapis berseri itu. Warga biasa juga ternyata satu persatu didatangi petugas dari kelurahan. Dipaksa beli plakat “tamu 2 kali 24 jam” dengan harga yang di luar batas kewajaran. (Baca: Pedagang Kaki Lima Dipalak 400 Ribu Sebulan)

Diungkapkan Wagiman (45), warga Kelurahan Langkapura itu menjelaskan, plang dari seng bertulis peringatan tentang tamu 1×24 jam wajib lapor itu diantar petugas dari kelurahan. “Kami semua dipaksa membeli,” kata dia, Senin, 17 April 2017.

Menurut dia, harga plakat yang ditempel di tembok rumahnya pun, di luar kewajaran. “Kami diminta Rp.50 ribu,” jelasnya.

Semua rumah di kompleks ini dipaksa bayar. Lanjut dia, sebagai warga biasa tentunya keberatan atas upaya pegawai kelurahan yang masuk ke rumah-rumah warga seperti rentenir. “Mirip kompeni narik pajak,” tutup dia.

Kelakuan pegawai Pemkot Bandar Lampung memang sudah mirip kompeni. Hal ini bisa ditemukan relevansinya sebab, selain defisit, pemerintahan yang dipimpin Walikota Herman HN di periode kedua tersebut, dianggap sebagai upaya menumpuk harta untuk dirinya maju dalam Pilgub Lampung mendatang.

“Herman HN ini sudah seperti Herman Deandels, kompeni yang mencekik rakyatnya dengan tingginya pajak,” kata Waskito, salah satu Ketua RT di Kelurahan Langkapura.

Selain insentif yang belum juga dibayar, jelas dia, dirinya sekarang ditugaskan untuk membagi plakat dan memaksa warga agar membelinya. “Semua uangnya kami setor ke kantor kelurahan,” ucap dia.

Rohmin, pemilik rumah di RT 03 Kelurahan Beringin Raya menjelaskan, awalnya merasa keberatan. Namun karena dipaksa, tidak enak, meski sempat tawar menawar harga. “Awalnya minta Rp.50 ribu, tapi saya nawar hanya membayar Rp.30 ribu, soalnya saya tidak punya uang,” ucap Rohmin pada tapisberseri.com.

Rohmin adalah potret warga Bandar Lampung, sebagaimana warga lain, hanya bisa pasrah atas kelakuan sewenang-wenang oknum Pemerintah Kota Bandar Lampung. (bus)

96 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *