Dipimpin Gunadi, KAHMI Lampung jadi Alat Politik

 

TAPISBERSERI.COM- Berbeda dengan kepemimpinan era Agus Nompitu yang cenderung berjalan sesuai koridor organisasi. Sekarang, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) yang dipimpin Gunadi Ibrahim, lebih sebagai alat politik para pengurusnya.

Gunadi yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Lampung itu, setelah gagal menjadi Bupati Lampung Tengah pada Pilkada serentak 2015 lalu, saat ini mulai menggunakan mesin Kahmi untuk konsolidasi jelang Pemilihan Gubernur Lampung 2018 mendatang.
Beberapa pengurus Kahmi Lampung tersebut, dikumpulkan Gunadi di Graha Garuda Yaksa jalan Raden Ajeng Maulana, Sukadanaham, Bandar Lampung, Kamis, 11 Mei 2017.

Beberapa aktivis Kahmi Lampung yang kini tidak jadi pengurus secara tegas mengecam langkah Gunadi Ibrahim yang dinilai mulai memperalat Kahmi. Bahkan, menjadikan Kahmi sebagai organisasi di bawah Partai Gerindra.

“Ini, Kahmi Lampung sejak dipimpin Kiai Gun (Gunadi Ibrahim) jadi bawahan Gerindra,” kata Dedi pada tapisberseri.com, Kamis, 11 Mei 2017.

Menurut dia, bukan saja Ketua DPD Gerindra yang jadi Ketua Kahmi Lampung. Sekretaris DPD Gerindra Patimura juga jadi pengurus inti Kahmi. Peralihan dari Agus Nompitu ke Gunadi Ibrahim, lanjut Dedi, menunjukkan gagalnya kaderisasi dan mundurnya Kahmi Lampung. “Secara usia saja masak penggantinya lebih tua dibanding yang mengganti,” ujarnya.

Diketahui, sejumlah tokoh dan politisi Lampung yang juga alumni HMI, dikumpulkan Gunadi Ibrahim dalam acara yang dikemas sebagai diskusi. Acara itu bertajuk, Kahmi Membangun Lampung Dunia Akhirat. Hadir sebagai pembicara, dosen Fakultas Hukum Unila Dr. Eddy Rifai, pakar ekonomi Asrian Hendi Cahya, Komisioner Komisi Informasi Lampung Dr.Asad Muzammil, dan mantan Rektor Unila Sugeng Prayitna Harianto.

Secara tegas kesan Kahmi sebagai alat politik itu juga diucapkan Gunadi Ibrahim. Cabup Lampung Tengah yang kalah dengan Mustafa itu mengatakan, sebagai organisasi kader, Kahmi memiliki tanggung jawab moral dalam menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode mendatang.

“Gubernur Lampung mendatang wajib menjadi pemimpin dunia dan akhirat bagi masyarakat Lampung,” kata dia.

Terlebih, lanjut Gunadi, ada dua alumni HMI muncul sebagai calon Gubernur Lampung periode 2019-2024, yakni Arinal Djunaidi dari partai Golkar dan Pattimura, sekretaris DPD Gerindra Lampung. Selain itu, saat ini tiga alumni HMI menjabat sebagai ketua partai politik.

Kendati terkesan anti dengan Mustafa, Ketua DPW NasDem yang maju sebagai calon gubernur, Gunadi membantahnya memanfaatkan Kahmi Lampung agar sehaluan dengan pandangan politiknya. Termasuk, jika ajang ini menjadi konsolidasi politik jelang Pilgub Lampung pada 2018.

“Bukanlah. Ini menjadi ajang evaluasi pembangunan Lampung baik secara spiritual dan fisik,” kata dia yang menolak komentar soal Mustafa, calon gubernur yang sudah mengalahkannya. (bus)

1,040 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *