UMK 2018 Ditetapkan Sekitar 2,23 Juta

TAPISBERSERI.COM- Gerak cepat juga dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dalam menetapkan upah minimum kota (UMK). Targetnya, pekan depan pemkot telah melaporkan besaran UMK ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Sebab, pemkot berprinsip sebelum awal November besaran UMK telah disepakati.

Menurut Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandarlampung Leni Widyawati, hari ini merupakan finalisasi kesepakatan besaran UMK. Untuk kemudian dibawa ke Pemprov Lampung guna ditetapkan.

Metode perhitungan, kata dia, merujuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Yakni dengan memperhatikan inflasi nasional dan produk domestik bruto (PDB). Namun, pemkot juga tetap menghitung UMK dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pembanding.

Ya, di tahun ini, UMK Bandarlampung ditetapkan sebesar Rp2.054.365,32. Maka jika mengikuti rumus yang tertera dalam PP 78/2015, diperoleh nilai UMK Bandarlampung 2018 sebesar Rp2.233.300,53. Atau meningkat Rp178.935,21 dibanding tahun sebelumnya. Nilai itu diperoleh dengan mengkalkulasi ketetapan inflasi nasional 3,72 persen dan PDB 4,99 persen dengan UMK tahun 2017.

“Memastikan besarannnya, kami harus lebih dulu menunggu kepastian dari Pak Wali. Bisa saja lebih tinggi dari yang kita hitung sekarang,” kata Leni.

Diketahui, Pemprov Lampung telah melakukan perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP). Perhitungan yang dilakukan sudah harus mengikuti ketetapan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Sekretaris Dewan Pengupahan Lampung Heny S. Mumpuni mengatakan, pihaknya telah mendapat data dari pusat soal data inflasi dan PDB sebesar 8,71 persen. Riciannya, inflasi nasional 3,72 persen dan PDB 4,99 persen.

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tanggal 13 Oktober 2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017.

Di mana, berdasarkan dalam Pasal 44, PP 78/2015, tertera rumus UMn = UMt + {UMt x (Inflasi t + % Δ PDB t)}. Dengan keterangan, UMn: Upah minimum yang akan ditetapkan; UMt: Upah minimum tahun berjalan; Inflasi t: Inflasi yang dihitung dari periode September tahun yang lalu sampai dengan periode September tahun berjalan; Δ PDB t: Pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang dihitung dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang mencakup periode kwartal III dan IV tahun sebelumnya dan periode kwartal I dan II tahun berjalan.

Maka bila dihitung, UMP Lampung tahun 2018 adalah Rp1.908.447 + (Rp1.908.447 x 8,71 %), didapatlah angka Rp2.074.672. Atau naik Rp166.225 dibandingkan UMP 2017 sebesar Rp 1.908.447.

Kendati demikian, Heny mengaku masih belum bisa memastikan itu adalah angka saklek. Menurutnya untuk bisa ditetapkan masih harus melalui beberapa tahapan. Di mana, kondisi perekonomian di setiap daerah dan pusat tentunya sangat berpengaruh dengan besaran UMP di Lampung. Sebab, hal tersebut yang menjadi patokan perhitungan.

“Paling tidak di November sudah diteken Pak Gubernur,” kata dia.(adv)

745 kali dilihat, 45 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *